Air Warga Menggelar Workshop Interdisipliner/Transdisipliner, Menjembatani Akademisi dan Aktivis dalam Tata Kelola Air
Pada 18 hingga 20 November 2025, Air Warga menyelenggarakan workshop bertajuk Interdisipliner dan Transdisipliner pada isu Air di Yogyakarta. Kegiatan ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan aktivis dari berbagai wilayah, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Semarang, hingga Bali dan Sulawesi. Difasilitasi oleh Emanuele Fantini (IHE Delft Institute for Water Education) dan Amalinda Savirani (Koordinator Proyek CARING), para peserta diajak mendalami metode penelitian kolaboratif untuk membedah kompleksitas isu tata kelola air.

Pada tahap awal, workshop difokuskan untuk mendobrak sekat-sekat keilmuan antarpeserta. Melalui sesi “Perspective Talking”, mereka berlatih menjadi pendengar aktif dan pengamat bagi rekan yang memiliki latar belakang berbeda dari disiplin ilmu sosial-humaniora dan ilmu sains-teknologi. Sesi ini menjadi fondasi krusial untuk membangun empati intelektual, memastikan setiap peserta siap membuka diri dan memahami perspektif disiplin ilmu lain sebelum masuk ke ranah teknis penelitian.
Memasuki inti acara, peserta diajak merumuskan pertanyaan penelitian bersama untuk mencari titik temu (common ground). Proses ini dilakukan secara sistematis: setiap rumusan masalah yang diajukan oleh satu peserta akan diuji, ditajamkan, dan dilengkapi oleh anggota kelompok lain yang berbeda disiplin ilmunya. Metode ini memastikan bahwa satu isu tidak hanya dilihat dari kacamata tunggal, melainkan diperkaya oleh berbagai sudut pandang keilmuan dalam tim tersebut.

Diskusi mendalam tersebut menjadi bekal sebelum peserta terjun ke lapangan. Peserta dibagi ke dalam tiga kelompok besar untuk mengunjungi lokasi spesifik di Kabupaten Sleman, yaitu Manggungsari, Pangukrejo, dan Kali Tengah. Di sana, pendekatan interdisipliner dan transdisipliner tentang air yang telah dirancang oleh peserta dalam kelompok diuji relevansinya secara langsung untuk memotret realitas warga dalam mengakses, merawat, dan mempertahankan sumber air mereka di tengah ancaman krisis iklim dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan workshop kemudian ditutup dengan refleksi kritis terhadap temuan lapangan dan integrasinya dengan teori yang telah dipelajari. Peserta juga mengevaluasi posisi proyek riset mereka masing-masing dalam spektrum transdisipliner, mulai dari tahap identifikasi masalah hingga pelaporan. Harapannya, workshop ini tidak hanya berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi juga melahirkan kelompok kerja masa depan yang mampu menerapkan kolaborasi lintas disiplin dalam mengadvokasi isu-isu air di Indonesia.

Foto: Nicolas Kriswinara Astanujati
Penulis: Nicolas Kriswinara Astanujati
