“Tilik Dusun, Ngrumat Dusun”: Merawat Pertahanan Kehidupan Perdesaan

Tilik dusun dan ngrumat dusun, merupakan Bahasa Jawa yang dalam Bahasa Indonesia berarti menengok dusun dan merawat dusun. Gabungan dua frasa tersebut menjadi tema kegiatan Merti Dusun Gempol, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, yang digelar pada Sabtu, 24 Agustus 2024. Perhelatan seperti ini merupakan tradisi komunitas-komunitas perdesaan di Jawa (barangkali juga di luar Jawa) yang diadakan dalam jangka waktu tertentu, biasanya sekali setahun.

Lain tempat, lain istilah. Di tempat lain, bisa jadi, ada kegiatan seperti ini yang muncul dengan nama “bersih desa” atau “sedekah desa”.  Tetapi pada dasarnya merti, bersih, maupun sedekah desa bermaksud serupa: menyimbolkan rasa syukur penduduk perdesaan atas rezeki, keselamatan, keberkahan, dan ketentraman. Singkatnya, kehidupan yang baik di tempat tinggal.

Acara Merti Dusun Gempol memiliki beberapa rangkaian acara. Mulai dari sambutan selamat datang dengan tarian jawa, kirab, dan selametan. Sebelum acara dimulai, para pemuda membunyikan musik bende sambil berkeliling dusun untuk menandai Merti Dusun segera dimulai, sembari mengimbau supaya warga berkumpul di rumah Kepala Dusun.

Pada kegiatan kirab dan selametan, terdapat simbol-simbol perawatan yang terhubung dengan perawatan air. Misalnya, merawat pohon gempol dengan menyiramkan air dari kendi dan menyalakan dupa sebagai tanda penghormatan terhadap pohon sebagai salah satu pengatur air. Pohon gempol sendiri menjadi asal usul nama Dusun Gempol, sedangkan kendi dan dupa merupakan piranti yang telah dipakai secara turun-temurun. Piranti kuno lain yang masih dipakai dalam Merti Dusun adalah lesung. Dulu lesung digunakan untuk menumbuk padi, kini berguna sebagai alat pengiring tembang “Lir-Ilir” yang didendangkan anak-anak sepanjang ritual perawatan pohon gempol.

Acara Merti Dusun tidak hanya merawat pohon, tapi sekaligus hubungan antara warga. Misalnya pada sesi selametan yang menjadi puncak acara. Warga sama-sama membuka perbekalan makanan, termasuk sesaji yang sarat dengan simbol-simbol kebersamaan. Antara lain, sega takir berisi nasi, sayur urap, tahu, tempe, dan ikan asin, sebagai simbol pembauran dan gotong royong. Kupat lepet, yang terbuat dari ketan sebagai simbol kerekatan warga dusun. Nasi tumpeng dengan ingkung dan bunga tiga rupa sebagai simbol kepasrahan dan harapan dalam doa-doa. Macam-macam palawija sebagai simbol aneka ragam sumber pangan yang harus dipertahankan. Serta warna-warni jajan pasar sebagai simbol suka cita. Seluruh makanan itu disantap bersama-sama di tanah Benda Lima, bagian Dusun Gempol yang berada di dekat hutan yang digunakan sebagai tempat kiran dan selametan.

Prosesi yang paling ditunggu-tunggu warga dalam Merti Desa Gempol adalah berebut isi gunungan. Gunungan sendiri merupakan instalasi berisi macam-macam hasil bumi dari Dusun Gempol. Seperti sayur mayur; kacang panjang, labu, sawi, timun, wortel, petai, jagung dan lain sebagainya. Tak ketinggalan buah-buahan yang sedang musim seperti pisang, papaya, dan mangga. Total ada empat gunungan yang diboyong dari halaman rumah Kepala Dusun. Warga berbondong-bondong untuk berjalan sembagi membawa gunungan dalam acara kirab menuju Benda Lima. Seorang warga mengatakan, jika dapat membawa pulang dari apa yang dipasang dalam gunungan, berarti membawa berkah ke rumah.

Nafas acara Merti Dusun Gempol bukan hanya ritual untuk bersyukur. Sebab, pemilihan tema  untuk acara tersebut juga memuat ajakan kepada warga masyarakat untuk menengok kembali tanah kelahiran di dusun. Menurut Sindy, penggiat komunitas Omah Sawah di Dusun Gempol yang menginisiasi acara, dusun seperti Gempol merupakan tempat di mana segala pertahanan hidup dipertaruhkan.

“Semuanya berada di dusun, benteng pertahanan pangan, alam, dan nilai-nilai kehidupan yang selaras. Karena itu dusun harus dirumati (dirawat) bersama, dengan segala daya,” kata Sindy yang juga bagian dari Tim Air Warga Semarang. Di dalam Air Warga Semarang, Sindy bersama dua kawan lain dari Gempol, merupakan perempuan warga bagian hulu yang melakukan kegiatan autoetnografi-warga berkaitan dengan pengalaman dengan air keseharian.

Pada acara tersebut, Tim Air Warga Semarang yang melakukan kegiatan autoetnografi-warga dari bagian tengah dan hilir, juga turut serta. Juminem, bagian Tim Air Warga Semarang dari wilayah tengah menceritakan bahwa di tempatnya juga ada acara semacam itu.

“Namanya kalau di tempat saya Bersih Desa, biasanya ada wayangan, dan selametan di sendang, lalu ada pasar malam. Ada juga acara yang khusus di sendang, namanya Nyadran Sendang, kalau itu biasanya menyembelih kambing di Sendang Kaliancar,” cerita Juminem.

Serupa dengan yang diceritakan Rustijani, bagian Tim Air Warga Semarang dari wilayah hilir yang akrab dengan kehidupan dan penghidupan nelayan, ada ritual Sedekah Laut yang menyimbolkan rasa syukur atas hasil tangkapan laut dan pertambakan.

Dengan mengikuti rangkaian acara Merti Dusun di bagian hulu, warga bagian hilir dapat setidaknya mengetahui kehidupan warga di bagian dari mana aliran air yang setiap hari digunakannya berasal. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat berguna menjadi bahan refleksi dalam perawatan air sehari-hari di tempat tinggal masing-masing. Pengetahuan itu didapat dari saling bercakap-cakap pada saat acara berlangsung.

Upacara Merti Dusun Gempol yang penuh dengan perlambangan perawatan itu memang hanya berlangsung satu hari. Namun dalam kehidupan sehari-hari, warga Dusun Gempol benar-benar harus menghadapi tantangan mempertahankan kehidupan yang ada saat ini, seiring dengan pembangunan dan perkembangan kota yang sudah mulai mendekati dusun. Misalnya saja, saat ini, sekitar 2 kilometer dari Dusun Gempol, telah ada pembangunan kompleks perumahan baru di atas lahan bekas sawah seluas sekitar 3,5 hektare.  Tidak hanya itu, di area yang lebih tinggi dari Dusun Gempol, terdapat perkebunan kopi dan teh yang aktivitasnya berpengaruh pada kualitas air sungai yang sampai di area dusun.

Dengan demikian, tema “tilik dusun, ngrumat dusun” menjadi sangat relevan dengan situasi yang dihadapi warga Dusun Gempol saat ini. (EH)

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *